PBNU di Tengah Sorotan: Surat Syuriyah dan Respons Gus Yahya

Tangkapan layar Surat Keputusan Rois Syuriah PBNU. - Istimewa

SuaraDuniaNusantara.net — Peredaran surat Syuriyah PBNU Kamis (20/11/2025) menempatkan ormas Islam terbesar Indonesia ini dalam perhatian publik internasional. Dokumen bertanda tangan KH Miftachul Akhyar itu mendesak Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, mundur.

Rapat Harian Syuriyah yang dihadiri 37 pengurus mengkaji pemilihan narasumber AKN NU yang dianggap memiliki hubungan dengan jaringan Zionisme Internasional. Dalam konteks hubungan global, isu ini mudah memicu persepsi lintas negara.

Sorotan berikutnya, pemberhentian seorang fungsionaris, menunjukkan upaya menegakkan disiplin struktural sesuai Peraturan Perkumpulan NU.

Dugaan pelanggaran tata kelola keuangan menjadi poin besar yang disebut dapat membahayakan eksistensi badan hukum. Isu ini turut memengaruhi reputasi Indonesia dalam jaringan organisasi Islam global.

Seorang pengurus PBNU mengonfirmasi dokumen tersebut. “Benar. Tadi malam,” ujarnya (21/11).

Sementara itu, di Ancol, Yahya membantah adanya pembahasan pemakzulan. Ia menegaskan pembicaraannya dengan Wakil Rais Aam berfokus pada tapak tilas KHR As’ad Syamsul Arifin. (*)

Baca Juga :  Jejak Diplomasi Holland Taylor dan Sensitivitas Ormas Indonesia terhadap Pengaruh Luar

Related posts